Translate

Selasa, 14 Februari 2012

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan Jaringan Pembuluh


LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN
Tanggal Praktikum      : 15 April 2011

Jaringan Pembuluh

I.         Tujuan Praktikum        
1.    Mempelajari jaringan xilem dan floem pada Angiospermae (monokotil dan dikotil)
2.    Mempelajari susunan kayu pada Gymnospermae
3.    Mengidentifikasi struktur sel trakeid, noktah berhalaman, noktah telur, jaringan-jaringan empulur.

II.           Rumusan Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis
Rumusan Pertanyaan
Adakah perbedaan jaringan pembuluh pada monokotil dan dikotil?
Adakah perbedaan jaringan pembuluh Angiospermae dan Gymnospermae?
Hipotesis
Pada  jaringan pembuluh dikotil dan monokotil terdapat perbedaan.begitu juga jaringan pembuluh pada Gymnospermae dan Angiospermae.

III.        Teori Dasar

JARINGAN PEMBULUH
Berkas pengangkut atau jaringan pembuluh pada tumbuhan tersusun oleh jaringan xilem yang berfungsi sebagai saluran pengangkut air dan zat-zat hara akar ke bagian tubuh yang lain, serta jaringan floem yang berfungsi sebagai pengangkut hasil asimilasi dari daun ke tempat-tempat penyimpan makanan cadangan dan bagian tubuh lainnya.
Sel-sel penyusun jaringan xilem berdinding tebal dan keras karena telah mengalami lignifikasi (penebalan sekunder dengan zat lignin), sedang sel-sel penyusun jaringan floem lebih lunak dan tipis, meskipun telah mengalami pertumbuhan menebal sekunder dengan penebalan dinding dari selulose. Xilem primer dibentuk oleh prokambium ujung batang dan akar, kemudian mengalami diferensiasi menjadi protoxilem dan setelah dewasa terbentuk metaxilem. Demikian pula floem primer, setelah mengalami diferensiasi menjadi protofloem dan setelah dewasa terbentuk metafloem.
Tumbuhan yang mengalami pertumbuhan menebal sekunder, yaitu anggota Gymnospermae, Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae tertentu (misalnya ordo Liliales), mempunyai kambium yang mampu menghasilkan baik xilem sekunder maupun floem sekunder. Kedua jaringan sekunder tersebut membentuk jaringan berkas pengangkut, sehingga jaringan berkas pengangkut tersusun oleh unsur xilem dan floem.
1.      UNSUR XILEM
Xilem merupakan jaringan yang sangat kompleks, terdiri dari unsur trakeal, serabut xilem dan parenkim kayu.
1.1. Unsur Trakeal atau Unsur Vasal
Terdiri dari 2 tipe, yaitu :
a.      Trakeida
Bentuk sel umumnya memanjang dengan ujung meruncing. Sel dewasa telah mati. Dinding sel tidak begitu tebal, tetapi keras karena mengandung zat kayu (lignin). Pada dinding selnya terdapat banyak noktah halaman. Ruang selnya relatif besar. Sel trakeida lebih panjang daripada sel kambium (sel pembentuknya). Trakeida selalu dijumpai pada tumbuhan yang mempunyai berkas pengangkut.
b.      Trakea
Trakea terdapat di bagian kayu hampir semua tumbuhan Angiospermae kecuali beberapa anggota ordo Ranales. Tumbuhan Gymnospermae dan Pteridophyta tidak mempunyai trakea. Sel-sel penyusun trakea umumnya telah mengalami perforasi (berlubang) di kedua ujungnya, sehingga bentuk sel menjadi seperti pipa atau tong. Bagian dinding trakea yang mengalami perforasi disebut lempeng perforasi, yang biasanya terletak di ujung, tetapi kadang-kadang di dekat bagian ujung atau di sebelah lateral. Perforasi ini kadang-kadang terdiri dari beberapa lubang yang bervariasi. Bersamaan dengan terjadinya perforasi pada dinding sel ini, protoplas mati. Dinding sel sel relatif tebal dan keras terdiri dari zat lignin. Noktah kecil-kecil dan banyak. Ujung sel yang mengalami perforasi sederhana kadang-kadang mempunyai tonjolan seperti ekor, selnya lebih pendek daripada trakeida.
1.2.Serabut Xilem
Berupa sel yang panjang dengan ujung-ujung meruncing. Umumnya berdinding tebal dengan noktah yang lebih sempit bila dibandingkan dengan trakeida pada spesies yang sama. Dijumpai bentuk bentuk peralihan antara trakeida dan serabut xilem, sehingga diduga serabut xilem ini berasal dari trakeida yang mengalami perubahan.
1.3.Parenkim kayu
Sel-sel parenkim yang hidup, terdapat baik pada xilem primer maupun sekunder. Sel-sel parenkim ini isinya bermacam-macam, terutama makanan cadangan berupa tepung atau lemak. Kadang-kadang juga berisi tanin, kristal dan zat-zat lain.Pada xilem sekunder, parenkim ini dijumpai dalam 2 bentuk, yaitu :
a.        Parenkim aksial, dibentuk oleh kambium fusidorm bersama unsure trakeal dan serabut xilem.
b.      Parenkim penyusun jari-jari empulur, yang biasanya tersusun dalam deretan, dibentuk oleh kambium jari-jari empulur.
Parenkim aksial pada umumnya lebih pendek daripada parenkim jari-jari empulur.
Berdasarkan bentuk dan letaknya, parenkim jari-jari empulur dibedakan menjadi :
1.      Parenkim yang sumbu panjangnya menurut arah vertikal atau sejajar sumbu batang, disebut sel jari-jari empulur tegak.
2.      Parenkim yang sumbu panjangnya menurut arah radial batang, disebut jari-jari empulur terlentang.
Karena adanya pembentukan parenkim dua arah tersebut, maka pada penampang melintang akan tampak dua macam bentuk sel, yaitu bentuk sel memanjang dan sel persegi. Baik sel parenkim aksial maupun sel parenkim jari-jari empulur pada xilem sekunder umumnya tidak mengalami penebalan sekunder.
2.      UNSUR FLOEM
Unsur floem juga merupakan jaringan yang kompleks, tersusun oleh sel-sel floem (sel dan buluh tapis), sel pengiring. Parenkim, serabut dan sklereida. Sel sekresi kadang-kadang juga melekat pada jaringan floem, misalnya saluran getah pada batang Hevea dan sel minyak pada batang Cinnamomum.
2.1.Unsur Tapis atau Unsur Kribral
Unsur ini terdiri dari 2 jenis, yaitu :
a.       Sel Tapis
Berupa sel tunggal yang bentuknya memanjang, dengan dinding lateral atau kadang-kadang ujungnya berbentuk tapisan, dijumpai pada tumbuhan Pteridophyta dan Gymnospermae.
b.      Buluh Tapis
Terdapat pada tumbuhan Angiospermae, berupa sederet sel yang tersusun longitudinal dan masing-masing sel menjadi anggota penyusun buluh tapis tersebut. Sel bagian ujung membentuk lempeng tapis, yaitu bagian dari dinding sel yang mempunyai sejumlah lubang, tempat benang-benang plasma menghubungkan sel-sel itu satu sama lain. Sel tapis maupun sel buluh tapis dewasa adalah sel hidup yang mempunyai inti. Pada kebanyakan tumbuhan Angiospermae, sel buluh tapis berhubungan erat dengan sel pengiring, yaitu sel yang berinti, berasal dari sel induk yang sama dengan buluh tapis itu dan melekat padanya. Bentuk awal sel buluh tapis dan sel pengiring tidak dapat dibedakan kecuali ukurannya, karena keduanya mempunyai inti dengan plasma yang pekat. Selama perkembangannya sel-sel buluh tapis mengalami fusi yang tidak sempurna, sehingga dinding sekatnya masih ada dan membentuk lubang-lubang seperti tapisan.
Sel pengiring

Sel buluh tapis


Bila pertumbuhan telah berhenti, sekat antara sel-sel buluh tapis yang serupa tapisan itu (dan disebut lempeng tapisan) akan tertutup oleh sejenis karbohidrat yang jernih, disebut kalose. Kalose ini larut dalam larutan basa.
2.2.Sel Pengiring
Sel pengiring dan sel buluh tapis di dekatnya dibentuk oleh sel induk yang sama, tetapi sel pengiring tetap hidup dengan plasma yang pekat setelah buluh tapis memulai tugasnya. Bentuk sel pengiring silindris dan penampangnya lebih kecil daripada sel buluh tapis. Diduga sel pengiring bersama buluh tapis dan sel sekitarnya membentuk suatu sistem yang kompleks untuk transportasi hasil-hasil metabolisme.
2.3.Serabut Floem
Serabut ini dijumpai baik pada fluem primer maupun sekunder . Dinding selnya tebal, sering berlignin dengan noktah sederhana. Sel-sel serabut floem panjang dengan ujung-ujung saling berhimpit. Serabut ini sering berasal dari protoxilem yang mengadakan diferensiasi pada akhir perkembangannya.
2.4.Parenkim
Juga sel-sel parenkim dijumpai baik pada floem primer maupun sekunder. Sel-selnya hidup, mempunyai dinding primer dengan noktah halaman, berisi tepung, damar atau kristal. Sel-sel parenkim yang berisi kristal dapat membentuk serabut atau ikatan serabut, terutama pada floem sekunder. Mungkin parenkim ini mempunyai peranan fisiologi bersama buluh tapis dan kadang-kadang parenkim ini mati bersama-sama buluh tapis di dekatnya.
2.5.Sklereida
Sklereida juga sering dijumpai melekat pada fluem, misalnya pada kulit batang Quercus dan Cinnamomum.
Tipe Ikatan Pembuluh
Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut, antara lain  :
a.      Ikatan pembuluh kolateral
Adalah ikatan pembuluh yang tersusun dari Xilem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam satu jari-jari. Xilem sebelah dalam dan floem sebelah luar.
a)      kolateral tertutup : bila Xilem dan floem tidak terdapat kambium. Misal pada batang monokotil.
b)      kolateral terbuka : bila Xilem dan floem terdapat kambium. Misal pada batang dikotil.

b.      Ikatan pembuluh radial
Adalah ikatan pembuluh dengan floem dan Xilem yang letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama. Misal pada akar.
c.        Ikatan pembuluh konsentris
Adalah ikatan pembuluh yang Xilem dan floemnya berbentuk cincin silindris.
a)      amfikribal : letak Xilem di tengah dan di kelilingi floem
b)      amfivasial : letak floem di tengah dan di kelilingi Xilem

d.      Ikatan pembuluh bikolateral 
Sama dengan kolateral tetapi floem terdapat di sisi luar dan dalam.

IV.        Alat dan bahan
Alat
Bahan
Mikrosoft cahaya
Batang bayam muda (Amaranthus sp)
Mikrosoft binokuler
Batang bayam tua (Amaranthus sp)
Kaca penutup
Batang pinus (Pinus merkusii)
Kaca preparat
Preparat Cucurbita reace (mentimun)
Silet
Preparat jagung (Zea mays)
Cutter
Air
Pipet



V.           Langkah Kerja
A.    Kegiatan 1
Pengamatan pada preparat batang Zea mays (Monokotil)
1.    Amati preparat batang Zea mays dengan menggunakan  mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan  hal-hal berikut:
a.       Bagian protoxilem dan metaxilem
b.      Sel-sel pembuluh kayu (trachea) yang berupa pembuluh jala (besar), pembuluh cincin (sedang), dan pembuluh spiral (kecil)
c.       Jaringan floem dengan sel-sel pembuluh tapis dan sel-sel penguatnya
d.      Sel-sel seludung sklerenkim didekat floem atau mengelilingi berkas pembuluh. Rongga rexigen merupakan retakan akibat membesarnya ikatan pembuluh.
2.    Lengkapi gambar yang telah tersedia pada bidang gambar. Lakukan tugas sebagai berikut:
a.       Nyatakan penebalan dinding sel trachea dan garis rangkap
b.      Gambarlah sel-sel epidermis dan jaringan floem
c.       Warnai sesuai warna yang tampak pada preparat
d.      Lengkapi keterangan gambarnya

B.     Kegiatan 2
Pengamatan pada preparat sayatan melintang batang bayam muda (Amaranthus sp)
1.      Buatlah sayatan penampang melintang batang bayam muda (Amaranthus sp), buat beberapa sayatan setipis mungkin
2.      Letakkan sayatan tersebut pada setetes reagen diatas kaca objek ,kemudian tutup dengan kaca penutup
3.      Amati preparat segar yang telah anda buat dengan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan hal-hal berikut:
a.       Letak berkas pembuluh
b.      Xilem dan floem dengan komponen-komponennya, yaitu trachea, parenkim xilem, sklerenkim,sel pembuluh tapis, sel pengantar, dan lain-lain.
c.       Struktur sel-sel kambium
d.      Kambium fasikular dan kambium interfasikular
e.       Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh. Perhatikan hal-hal pada poin 3.

C.    Kegiatan 3
Pengamatan pada preparat sayatan melintang batang bayam tua (Amaranthus sp)
1.      Buatlah sayantan penampang melintang batang bayam tua (Amaranthus sp), buat beberapa sayatan setipis mungkin
2.      Letakkan sayatan tersebut pada setetes reagen diatas kaca objek ,kemudian tutup dengan kaca penutup
3.      Amati preparat segar yang telah anda buat dengan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan hal-hal berikut:
a.       Letak xilem primer dan xilem sekunder
b.      Letak floem primer dan floem
c.       Kambium fasikular dan kambium interfasikular
4.      Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh. Perhatikan hal-hal pada poin 3.

D.    Kegiatan 4
Pengamatan jaringan xilem pada penampang melintang kayu Pinus
1.    Buatlah sayatan melintang kayu Pinus sp setipis mungkin. Kemusian letakkan pada reagen air diatas kaca objek. Tutup dengan kaca penutup dan amati dengan mikroskop
2.    Perhatikan struktur sel-sel trakeid, baik bentuk maupun tebal sel dindingnya
3.    Perhatikan pula dalam tersebut hal-hal sebagai berikut:
a.       Noktah berhalaman. Pada penampang melintang bentuknya seperti ladam, sehingga sering disebut noktah ladam.
b.      Jari-jari empulur, berupa pita abu dan memanjang dari empulur kea rah kulit. Pada jari-jari empulur terdapat sel parenkim yang mengandung butir-butir tepung
c.       Saluran harsa (getah resin)
4.    Gambarlah penampang melintang kayu Pinus sp. Dengan memperhatikan hal-hal seperti ada poin 2 dan 3.
5.    Gambarlah penebalan dinding sel trakeid dan noktah berhalaman dengan garis rangkap
6.    warnai dan berilah keterangan dengan lengkap

E.     Kegiatan 5
Pengamatan pada preparat Cucurbita reace
1.      Amati preparat Cucurbita reace dengan menggunakan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi.
2.      Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh.


VI.        Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan
Literature
Foto hasil pengamatan

 

 
o   Nama preparat       : Preparat Zea mays (jagung)
o   Nama Latin : Zea mays
o   Nama Indonesia : jagung
o   Nama daerah : jagong
o   Reagen : air
o   Perbesaran 10x40
o   Tanggal praktikum : 15 april 2011

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Zea
Spesies: Zea mays L.
Penjelasan:
Zea mays merupakan salah satu tumbuhan monokotil, yang memiliki ciri khas berkas pembuluhnya yaitu tersebar dan biasanya tidak beraturan atau tersebar. Pada pengamatan terhadap preparat batang Zea mays, yang dapat teramati adalah ikatan pembuluhnya bertipe kolateral tertutup dimana floem dan xilem berdampingan dan tidak dibatasi kambium. Teramati pula bahwa xilem dikelilingi floem membentuk satu ikatan pembuluh dan ikatan pembuluh tersebut tersebar tidak beraturan disetiap bagian dalam batang.

 

Sayatan melintang batang bayam(Amaranthus sp) muda

o   Nama preparat       :  sayatan melintang batang bayam (Amaranthus sp) muda
o   Nama Latin : Amaranthus sp
o   Nama Indonesia : bayam
o   Nama daerah : bayam
o   Reagen : air
o   Perbesaran :10x10
o   Tanggal praktikum : 15 april 2011

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus sp

Penjelasan:
Amaranthus sp (bayam) merupakan tumbuhan dikotil. Dimana tumbuhan dikotil memiliki berkas pembuluh yang teratur sedangkan pada hasil pengamatan di dapat bahwa berkas pembuluh pada Amaranthus sp. Terlihat tersebar. Ini merupakan bentuk anomali batang pada Amaranthus sp. Tipe dari berkas pembuluh Amaranthus sp. Merupakan tipe kolateral terbuka yaitu antara xilem dan floem terdapat kambium, akan tetapi pada hasil pengamatan tidak begitu jelas adanya kambium


Sayatan melintang batang bayam (Amaranthus sp) tua

o   Nama preparat       : sayatan melintang batang bayam (Amaranthus sp) tua
o   Nama Latin : bayam
o   Nama Indonesia : bayam
o   Nama daerah : bayam
o   Reagen : air
o   Perbesaran: 10x10
o   Tanggal praktikum : 15 april 2011

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus sp
Penjelasan:
Amaranthus sp (bayam) merupakan tumbuhan dikotil. Dimana tumbuhan dikotil memiliki berkas pembuluh yang teratur sedangkan pada hasil pengamatan di dapat bahwa berkas pembuluh pada Amaranthus sp. Terlihat tersebar. Ini merupakan bentuk anomali batang pada Amaranthus sp. Tipe dari berkas pembuluh Amaranthus sp. Merupakan tipe kolateral terbuka yaitu antara xilem dan floem terdapat kambium, akan tetapi pada hasil pengamatan tidak begitu jelas adanya cambium



sayatan melintang batang pinus (Pinus merkusii)

o   Nama preparat       : sayatan melintang batang pinus (Pinus merkusii)
o   Nama Latin : Pinus merkusii
o   Nama Indonesia : pinus
o   Nama daerah : pinus
o   Reagen : air
o   Perbesaran :10x4
o   Tanggal praktikum : 15 april 2011

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Coniferophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Genus: Pinus
Spesies:Pinus merkusii
Penjelasan:
Pinus merupakan tumbuhan Gymnospermae dimana pada pinus ini memiliki sesuatu yang khas yaitu adanya saluran resin. Namun Pada pengamatan preparat melintang batang pinus (Pinus merkusii)  ini tidak terlihat adanya saluran resin tersebut.  mungkin bisa disebabkan karena preparat yang kurang tipis.



o   Nama preparat       : preparat Cucurbitaceae
o   Nama Latin : Cucurbita sp
o   Nama Indonesia : Mentimun
o   Nama daerah : bonteng (sunda)
o   Reagen : air
o   Perbesaran :
o   Tanggal praktikum : 15 april 2011

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: -
Sub Kelas: -
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucurbita
Spesies:Cucurbita sp.
Penjelasan:
ikatan pembuluh pada Cucurbita adalah bikolateral. Seperti kolateral, namun letak floem disebelah dalam xylem.





VII.     Pertanyaan Diskusi
Pertanyaan 1
1.        Bagaimanakah susunan xilem dan floem pada kayu Pinus sp?
2.        Dimanakah terdapatnya noktah berhalaman? Apakah fungsi noktah tersebut?
3.        Bagaimanakah arah pembentukan jari-jari empulur ? darimanakah asalnya?  Berapa lapisan sel parenkim dalam setiap jari-jari empulur?
4.        Apakah noktah telur itu? Bagaimana cara pembentukannya?
Pertanyaan 1
1.    Dari hasil pengamatan untuk jaringan pembuluh tidak begitu jelas bagaimana susunan antara xilem dan floem
2.    -
3.    -
4.    -

Pertanyaan 2
1.      Apakah tipe ikatan pembuluh pada batang jagung?
2.      Apakah tipe ikatan pembuluh pada batang bayam (Amaranthus sp.)?
3.      Apakah yang dimaksud dengan prooxilem dan metaxilem? Dimanakah keduanya?
4.      Apa fungsi Kambium?
5.      Dibangun oleh sel-sel apa kambium itu?sebutkan ciri-ciri tersebut!
6.      Bagaimanakah pembentukan xilem dan floem primer dan sekunder?
Jawaban pertanyaan
Pertanyaan 2
1.    Pada batang jagung, tipe berkas pembuluhnya adalah tipe kolateral tertutup karena antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.  
2.    Pada batang bayam (Amaranthus sp), tipe berkas pembuluhnya adalah tipe kolateral terbuka. Karena antara xilem dan floem terdapat kambium.
3.    Protoxilem berdiferensiasi dalam bagian tubuh (tumbuhan) primer yang belum selesai pertumbuhan dan diferensiasinya. Protoxilem pada batang muda atau pucuk. Metaxilem dibentuk pada tubuh primer yang masih sedang tumbuh, namun menjadi dewasa terutama sesudah pemanjangan sel di bagian tubuh itu sendiri. Metaxilem pada batang dewasa.
4.    Berfungsi :
o   Membentuk jari-jari empulur baru
o   Aktivitas terbatas dari kambium mengakibatkan berkas tersebut terbentuk tiang yang berkayu atau jala berkayu
5.    Kambium merupakan meristem lateral karena berada di daerah lateral akar dan batang. Daerah kambium berupa silinder yang berlapis banyak dan pada penampang melintang membentuk cincin yang kontinyu. Pada saat aktif, kambium terdiri dari banyak lapisan sel namun pada saat istirahat hanya ada satu lapisan
6.    pembentukan xilem dan floem primer dan sekunder:
a.       Xilem primer : jaringan pembuluh primer berdiferensiasi ketika      tubuh primer dibentuk dan jaringan yang menghasilkannya adalah prokambium.
b.      Xilem sekunder : xilem sekunder terdiri dari protoxilem yang lebih dahulu selesai pembentukannya serta pendewasaannya selesai kemudian kambium pada sejumlah yang besar tumbuhan terdapat jaringan pembuluh menghasilkan pembuluh sekunder, xilem yang dihasilkannya disebut xilem sekunder atau kayu.
c.       Floem primer : floem primer berkembang dari prokambium.
d.      Floem sekunder : floem sekunder berkembang dari kambium pembuluh.

VIII.  KESIMPULAN
o   Terdapat perbedaan jaringan pembuluh pada monokotil dan dikotil
o   Terdapat perbedaan jaringan pembuluh pada Angiospermae dan Gymnospermae

IX.        SARAN :
Dalam laporan praktikum ini mungkin hasil literature dan gambar pengamatan sedikit berbeda ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya:
a.       Dalam memotret gambar hasil praktikum, alat memotret (kamera) yang digunakan  yang kurang bagus
b.      kurang fokusnya dalam mengamati preparat
c.       mikroskop cahayanya yang kurang bagus (rusak)
d.      kurang tipisnya dalam membuat preparat
Untuk itu diharapkan dalam melakukan pengamatan, lakukanlah dengan teliti, usahakan amati preparat dari perbesaran kecil ke besar, dan fokuskan preparat yang diamati ketika akan di foto, sehingga hasil yang didapat adalah hasil yang bagus.

X.           DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, B. Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbji. ITB; bandung
Tim Dosen. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan. Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung.
Tri Wahyu Agustina. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung
http://tedbio.multiply.com/journal/item/14/Struktur_Tumbuhan_
www.google.com
www.plantamor.com