Selasa, 09 Desember 2014

Laporan Praktikum Genetika Tata cara menangani drosophila, pengamatan siklus hidup drosophila, determinasi drosophila, & pengenalan mutan drosophila

TANGGAL PRAKTIKUM            :   07 Mei dan 14 Mei 2012
JUDUL PRAKTIKUM                    : Tata Cara Menangani Drosophila,
                                                            Pengamatan Siklus Hidup Drosophila,
                                                            Determinasi Drosophila, dan Pengenalan
                                                            Mutan Drosophila
TUJUAN PRAKTIKUM                 : 
·           Melakukan pengamatan siklus hidup Drosophila
·           Membedakan stadia telur-larva-pupa-imago dalam siklus hidup Drosophila
·           Membuat kesimpulan tentang siklus hidup Drosophila
·           Membedakan lalat jantan dan betina berdasarkan struktur tubuh dan ciri morfologinya
·           Mengidentifikasi tipe-tipe mutan Drosophila berdasarkan pengamatan fenotip morfologinya

I.                   TEORI DASAR
Drosophila mudah ditemukan disekitar buah-buahan yang sudah matang atau makanan yang mengalami fermentasi. Drosophila membutuhkan media yang tepat supaya dapat hidup dan berkembang biak dengan baik. Untuk pemeliharaan Drosophila dapat digunakan bermacam-macam medium mulai dari medium sederhana hingga medium lengkap. (Tim Penyusun, 2012)
Drosophila adalah  serangga bersayap  yang masuk ke ordo Diptera. Drosophilia  ini merupakan jenis serangga yang satu ordo dengan Drosophila ananase. Spesies ini umumnya diketahui sebagai lalat buah umum dan merupakan organisme yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika. (Borror, 1992).
Drosophila juga diklasifikasikan ke dalam sub ordo Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks) dan termasuk ke dalam seri Acaliptrata yaitu imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa (Wheeler, 1981)
Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster diantaranya:
1.      Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.
2.      Berukuran kecil, antara 3-5 mm.
3.      Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya.
4.      Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
5.      Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
6.      Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.
7.      Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk.
8.      Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam.
9.      Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax.
Drosophila ini memiliki siklus hidup yang sangat singkat, yaitu kurang lebih 14 hari. Serangga ini akan kawin setelah berumur 8 jam. Dengan demikian lalat betina dapat bertelur pada hari berikutnya. Seekor lalat betina menghasilkan telur berkisar antara 50 – 57 telur dalam 10 hari telurnya berbentuk bulat memanjang dengan ukuran 0,5 mm.Telur telur tersebut baru mengalami perkembangan setelah kurang lebih 2 jam dan menetas menjadi larva. (Wildan, 1994)
Selanjutnya terjadi 4 kali pergantian sehingga mencapai stadium pupa. Pupa akan menetas  setelah 5-11 hari, tergantung kondisi lingkungan. Lalat buah jantan mengenali pasangannya selain feromon juga melalui kilatan warna tubuh dan pita atau bercak pada sayap. Lalat buah pada umumnya jarang di temui pada pagi hari (saat matahari terbit), tetapi pada siang sampai sore hari menjelang senja, lalat buah ini dapat di temui.

Sumber: http://biology.kenyon.edu/courses/biol114/Chap13/fcycle2.gif
Gambar Siklus Hidup Drosophila
Lalat buah mempunyai empat stadium metamorfosis, yaitu telur, larva, pupa, dan imago (serangga dewasa).
1.             Telur 
Lalat buah betina meletakkan telur ke dalam buah dengan menusukkan ovipositornya (alat peletak telur). Bekas tusukan itu ditandai adanya noda/titik hitam yang tidak terlalu jelas dan hal ini merupakan gejala awal serangan lalat buah. Lalat buah betina mencari buah yang sesuai untuk meletakkan telur dengan bantuan indera penciuman pada antena dan indera mata.  Proses ini juga dipengaruhi oleh pencernaan dan penglihatan. Telur berwarna putih, berbentuk bulat panjang, dan diletakkan berkelompok 2—15 butir. Lalat buah betina dapat meletakkan telur 1—40 butir/hari. Satu ekor betina B. Dorsalis dapat menghasilkan telur 1200-1500 butir.  (Sarwono dkk, 1993)
2.             Larva
Larva berwarna putih keruh atau putih kekuningan, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva lalat buah terdiri atas 3 bagian; yaitu kepala, toraks (3 ruas), dan abdomen (8 ruas).  Kepala berbentuk runcing dengan dua buah bintik hitam yang jelas, mempunyai alat kait mulut.Stadia larva terdiri atas tiga instar. Larva membuat saluran-saluran di dalam buah dan mengisap cairan buah. 
Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior (Silvia, 2003).
Saat kutikula tidak lunak lagi, larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama periode pergantian kulit, larva disebut instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva (instar ketiga) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak.
3.             Pupa
Pupa (kepompong) berbentuk oval, warna kecoklatan, dan panjangnya 5 mm.  Masa pupa adalah 4—10 hari dan setelah itu keluarlah serangga dewasa (imago) lalat buah. Pada Drosophila, destruksi sel-sel larva terjadi pada proses pergantian kulit (molting) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan dari pupa ke imago (Ashburner, 1985).
4.             Imago
Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm x 0,3 mm dan terdiri atas menjadi kepala, toraks dada), dan abdomen. Toraks terdiri atas tiga ruas yaitu berwarna orange, merah kecoklatan, coklat atau hitam, dan memiliki sepasang sayap. Pada abdomen umumnya terdapat dua pita melintang dan satu pita membujur warna hitam atau bentuk huruf T dan kadang-kadang tidak jelas. Ujung abdomen lalat betina lebih runcing dan mempunyai alat pelekat telur yang cukup kuat untuk menembus kulit buah. (Suryo, 1996)
Adapun ciri-ciri Dorsophila antara lain warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. Berukuran kecil antara 3-5 mm. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terputus dekat dengan tubuhnya. Sungut arista umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 pecabangan. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung. Mata majemuk berbentuk bulat agak elips dan berwarna merah. Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibandinkan dengan mata majemuk. Thoraks berbulu- bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam. Sayap panjang, berwarna transparent, dan posisi bermula di thoraks.
Drosophila memiliki ciri morfologi yang berbeda antara jantan dan betinanya. Pada Drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin.Sedangkan pada yang betina ukuran relatif lebih besar, memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin. Drosophila sp merupakan hewan yang bersayap, dan berukuran kecil. Maka dari itu pengamatan morfologi hewan ini bisa dengan menggunakan alat Bantu seperti LUV ataupun kaca pembesar (Soemartomo, 1979)
Determinasi di Indonesia tercatat sekitar 500 jenis Drosophila dari family Drosophilidae, dan dipulau jawa terdapat sekitar 120 jenis Drosophila (wheeler, 1981), sedangkan dibandung terdapat sekitar : 150 jenis Drosophila, beberapa diantaranya belum dipertelakkan (Djoko T. Iskandar, 1987).
Drosophila yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia Tengara adalah jenis Drosophila annassae, D. kikkiwai, D. Malerkotliana, D. Repleta, D. Hypocausta, D imigrans. Drosophila termasuk phylum Arthropoda, kelas insect, ordo dipteral, sub ordo cyclorrharpa (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat pada kulit instar ketiga, mempunyai “jaw hooks”, seri Acalyptra yaitu imago menetas keluar dari bagian anterior pupa). Ciri umum Drosophila sp. Adalah sebagai berikut :
1.         Berukuran kecil, antara 3-5 mm
2.         Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus
3.         Sungut dan arista umumnya berbentuk bulu, mempunyai 7-12 percabangan
4.         Posterior cross vein umumnya lurus, tidak melengkung
5.         Mata berwarna merah
Pada drosophila ditemukan 4 pasang kromosom.Pada lalat jantan dan lalat betina umumnya adalah sama, tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada salah satu kromosom jantan terdapat lengkungan seperti mata pancing. (Sepoetro.D, 1975)
Pada Drosophila jantan dan betina dapat mudah dipisahkan dalam bentuk segmen-segmen abdomen. Abdomen betina mempunyai ujung meruncing dan pola garis-garis yang berbeda dari pada abdomen jantan.Kelamin lalat ditentukan sebagian oleh kromosom X yang dimiliki individu. Normalnya lalat betina akan memiliki 2 kromosom X.Sedangkan lalat jantan hanya memiliki 1 kromosom X ditambah 1 Y heterokromatik.Pada lalat buah kromosom Y tidak memiliki peranan penting dalam penentuan jenis kelamin. Pada kromosom Drosophilla hanya sedikit gen aktif. (Goodenough 1984)

Penampakan morfologis dari mutan tersebut antara lain adalah dalam hal mata, sayap, warna tubuh, dan rambut-rambut pada tubuh. Fenotip mutan yang mudah diamati melalui mata drosophila adalah dalam hal warna dan ukuran dibandingkan tipe liar. Fenotip mutan yang mudah diamati melalui sayap adalah dalam hal ukuran, posisi waktu istirahat, pola venasi dan warnanya. (Tim Penyusun, 2012)

Laporan Praktikum Genetika Tata Cara Menangani Drosophila, Pengamatan Siklus Hidup Drosophila, Determinasi... by Nurlaela Pujianti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PPG TAHAP 3 UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR

hallo semuanya, alhamdulillah akhirnya terpanggil juga untuk mengikuti PPG daljab ini. saya lulus pretest tahun 2018 dan baru terpanggil dit...